Viral, Video Perempuan Taruh Siput di Wajah untuk Kecantikan, Ini Penjelasan Dokter

Subtitle goes here

By:

Juni 04, 2020

Shares

4.0 of 2 Users
Loading...

Sebuah video menampilkan seorang perempuan menaruh siput di wajahnya yang diduga sebagai salah satu alternatif perawatan kecantikan wajah beredar di media sosial Twitter pada Minggu, (31/5/2020).

Dalam video singkat berdurasi 14 detik tersebut, seorang perempuan tengah berbaring dan membiarkan seekor siput berjalan-jalan di wajahnya. Adapun pengunggah yakni akun Twitter bernama Forza Bintang Wirayasa, @bintangwirayasa.

“Snail truecica langsung dari sumbernya,” tulis Forza dalam twitnya.

Loading...

Snail Truecicadiketahui merupakan salah satu produk perawatan kulit wajah (skincare) yang mengandung ekstrak lendir siput yang dipercaya dapat memberikan kelembapan pada kulit. Sejauh ini, unggahan tersebut telah ditonton sebanyak lebih dari 256.100 kali dan telah disukai sebanyak lebih dari 3.600 kali oleh pengguna Twitter lainnya.

Lantas, apakah cara seperti ini efektif untuk melembapkan kulit dan digunakan untuk kecantikan?

Menanggapi hal itu, dokter spesialis kulit dan kelamin di Vivaldy Skin Clinic, Mataram, dr Dedianto Hidajat mengatakan cara tersebut dinilai salah kaprah untuk merawat kecantikan kulit wajah.

“Salah banget nih. Begini, pertama yang perlu diketahui memang sekarang lagi booming skincare dengan bahan aktif ekstrak dari lendir siput jenis tertentu. Sekali lagi ekstrak ya, jadi sudah melalui proses purifikasi atau pembersihan terhadap komponen-komponen yang tidak diperlukan atau bahkan berbahaya,” ujar Dedi saat dihubungiKompas.com, Rabu (3/6/2020).

Menurutnya, tindakan menaruh siput ke kulit ini dinilai sangat konservatif di era serba canggih ini.

Ia menjelaskan, meski di Indonesia ada tindakan menaruh lintah untuk terapi pengobatan, namun hal tersebut tidak cocok jika dilakukan untuk perawatan kecantikan tubuh.

“Untuk skincare atau tindakan perawatan ya kurang cocok dan cenderung malah menjadi tidak bermanfaat,” ujar Dedi.

Lendir siput untuk menyembuhkan bekas luka

Saat disinggung terkait dengan manfaat lendir siput yang digadang-gadang dapat menyembuhkan bekas luka, Dedi mengungkapkan, lendir siput jenis tertentu memang dikenal memiliki khasiat untuk menyembuhkan luka.

Tetapi kandungan tersebut hanya bersifat sementara, sebab hingga saat ini belum ada bukti ilmiah atau penelitian yang jelas terkait manfaat lendir siput.

“Nah memang bagi para peneliti, skincare ini merupakan suatu peluang baru. Penelitian memang berjalan panjang, untuk menyatakan suatu bahan itu aman dan bermanfaat,” kata Dedi.

“Dimulai dari pembuatan ekstrak lendir siput untuk diketahui sebenarnya berisi kandungan apa sajakah. Dan memang dijumpai, bahwa ada kandungan esktrak lendir siput yang bermanfaat untuk penyembuhan luka, mengatasi kerutan halus dengan cara merangsang kolagen dan melembapkan kulit,” lanjut dia.

Ia menambahkan, manfaat dari ekstrak lendir siput antara lain, dapat menyembuhkan luka, memiliki efek antimikroba yang masih diteliti sampai saat ini, anti peradangan, dan efek merangsang kolagen.

Kendati demikian, bahan yang memiliki banyak manfaat yakni ekstrak lendir siput.

Jika seseorang langsung menempelkan siput tanpa diketahui apakah siput tersebut yang memiliki ekstrak lendir yang bermanfaat justru menimbulkan efek samping yang merugikan bagi kesehatan.

Dedi mengatakan, tindakan menaruh siput secara langsung ke wajah dapat menimbulkan risiko alergi, iritasi, dan infeksi pada kulit wajah.

Di sisi lain, ia menyampaikan bahwa ekstrak lendir siput sebaiknya tidak digunakan oleh orang dengan jenis kulit bermintak atau berjerawat.

Menurutnya, kandungan dalam krim atau serum dari ekstrak lendir siput justru cenderung membuat kulit menjadi lebih bermintak dan yang jenis muka mudah berjerawat akan menimbulkan breakout.

“Mungkin dapat digunakan jika jerawat sudah sembuh atau tinggal bekasnya saja,” ujar Dedi.

Pentingnya edukasi soal skincare

Sementara itu, Dedi mengatakan, masyarakat perlu mengetahui pentingnya edukasi mengenai skincare.

Kandungan yang terdapat pada skincare, terlebih kandungan tersebut masih berlangsung penelitian, maka seseorang harus waspada akan klaim terhadap efek terapi yang berlebihan dan berujung pada misinformasi.

“Asam cuka atau vinegar, memang bisa digunakan untuk bahan peeling dengan konsentrasi yang benar. Tapi bukan berarti kita ambil asam cuka di dapur kemudian kita langsung mengoleskannya di wajah, yang ada wajah kita menjadi iritasi hebat,” ujar Dedi memberikan contoh.

Oleh karena itu, masyarakat sangat butuh edukasi mengenai skincare di era sekarang, karena tidak jarang tindakan coba-coba yang justru menjadi petaka bagi orang tersebut.

Dedi menyarankan, kepada influencer yang memiliki akun media sosial dengan jumlah pengikut yang banyak, sebaiknya mengonfirmasi atau berkolaborasi dengan dokter, peneliti, atau ahli di bidang kesehatan kulit jika ingin mengunggah konten terkait kesehatan.

sumber: kompas.com

0 Comment

Leave a Comment