Teddy: Yang Protes Kenaikan Iuran BPJS Adalah Orang Mampu yang Tak Mau Berbagi

Subtitle goes here

By:

Mei 15, 2020

Shares

0.0 of 0 Users
Loading...

Dewan Pakar Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), Teddy Gusnaidi menilai, pihak-pihak yang memprotes kenaikan iuran adalah orang-orang mampu yang berlindung di balik orang miskin.

Pasalnya, Teddy menyebut, sesuai Perpres Nomor 64 Tahun 2020, iuran yang naik hanya berlaku bagi peserta kelas I dan II, sementara tarif yang dibayar peserta kelas III masih tetap sama.

“Yang naik itu iuran kelas 1 dan kelas 2. Kelas 3 tidak naik dan yang gratis tetap gratis,” tulis Teddy di akun Twitternya, Kamis (14/5/2020).

Loading...

“Artinya yang teriak-teriak iuran BPJS naik menyulitkan orang miskin adalah orang-orang mampu yang tidak mau berbagi dengan orang miskin, tapi berlindung dibalik orang miskin,” jelas Teddy.

Lagipula, lanjut Teddy, juga mempersilahkan masyarakat untuk menurunkan kelas kepesertaan guna menyesuaikan kemampuannya membayar iuran.

“BPJS Kesehatan kelas 1 pindah kelas 2, banyak. Kelas 2 pindah ke kelas 3, banyak. Yg kelas 3 pindah ke PBI, banyak. Begitupun sebaliknya,” cuit @TeddyGusnaidi.

“Jadi jika tidak sanggup bayar kelas 1 ya turunin kelas. Jika sama sekali tidak sanggup bayar, ya jadi peserta PBI (Penerima Bantuan Iuran). Lalu masalahnya dimana?” ungkap Teddy.

Seperti diberitakan, kenaikan iuran BPJS tertuang dalam Perpres Nomor 64 Tahun 2020 tentang Perubahan Kedua atas Perpres Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan. Beleid tersebut diteken oleh Presiden Jokowi pada Selasa (5/5/2020).

Dalam Perpres itu disebutkan soal tarif pada 2020, dimana iuran kelas I naik dari Rp 80.000 jadi Rp 150.000 per bulan. Untuk iuran kelas II naik dari Rp 51.000 menjadi Rp 100.000 per bulan. Ketentuan ini berlaku mulai 1 Juli 2020.

Untuk iuran peserta kelas III segmen peserta pekerja bukan penerima upah (PBPU) dan peserta bukan pekerja (BP) naik dari Rp 25.500 menjadi Rp 42.000. Namun pemerintah masih memberi subsidi sebesar Rp 16.500 sehingga peserta kelas III tetap membayar Rp 25.500.

Untuk tahun 2021 dan seterusnya, peserta kelas III akan membayar sebesar Rp 35.000 per orang per bulan, sementara sebesar Rp 7.000 akan dibayar oleh pemerintah.

Sedangakan bagi Peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan ditetapkan sebesar Rp 42.000 per orang per bulan, tapi seluruhnya dibayar pemerintah.

sumber: netralnews.com

0 Comment

Leave a Comment