Pura-pura Ajak Selfie, Suami Ini Tega Dorong Istrinya yang Lagi Hamil 7 Bulan Masuk ke dalam Jurang, Cuma Demi Cairkan Uang Asuransi Kematian!

Subtitle goes here

By:

Februari 20, 2021

Shares

2.0 of 1 User
Loading...

Bukannya menjaga istrinya yang lagi hamil, pria ini justru mencelakainya.

Dengan tega ia mendorong sang istri masuk ke dalam jurang. Akhirnya ia didakwa dengan tuduhan pembunuhan terhadap istrinya. Aksi pria bernama Hakan Aysal (40) ini tergolong sadis.

Ia berpura-pura mengambil foto selfie bersama istrinya, Semra Aysal (32), di tepi jurang yang dalamnya mencapai 1.000 kaki (304 meter).

Tiba-tiba, Hakan mendorong istrinya masuk jurang 300 meter lebih itu hingga sang istri tewas seketika itu juga.

Motifnya diketahui adalah demi mendapat uang asuransi kematian istrinya.

Dilansir dari Mirror via TribunStyle.com, Kejadian ini terjadi saat pasangan suami istri itu sedang berlibur di Butterfly Valley, Kota Mugla, tenggara Turki, pada Juni 2018.

Polisi menuduh Hakan sengaja mendorong Semra dari tebing tempat dia terbunuh seketika saat mereka sedang berlibur di Butterfly Valley.

Semra yang hamil tujuh bulan dibunuh bersama anaknya yang belum lahir.

Pasangan itu telah mengambil gambar di tebing, dan jaksa penuntut mengklaim bahwa kecelakaan itu sebenarnya adalah pembunuhan yang dilakukan oleh suaminya sehingga dia bisa mendapatkan uang dari asuransi yang dia ambil beberapa saat sebelumnya.

Dalam dakwaan yang disiapkan untuk kejahatan pembunuhan yang disengaja terhadap suaminya, disebutkan bahwa dia merencanakan pembunuhan istrinya dengan terlebih dahulu mengambil asuransi kecelakaan diri atas namanya dengan jaminan 400.000 lira Turki atau sekitar Rp800 juta (kurs Rp2.000/lira Turki) .

Dan satu-satunya penerima ahli waris adalah dirinya sendiri.

Jaksa mengklaim bahwa satu-satunya alasan mereka duduk di atas tebing selama tiga jam adalah agar dia bisa memastikan tidak ada orang di sekitar tempat itu.

Begitu dia menyadari mereka sendirian, dia dengan sengaja membunuh dengan mendorong istrinya dari tebing.

Surat dakwaan juga mencatat bahwa Aysal telah mengklaim pembayaran asuransi sebesar 400.000 lira Turki beberapa saat kemudian, tetapi ditolak ketika berita penyelidikan itu terungkap.

Pengadilan Kriminal Tinggi Fethiye telah memutuskan bahwa dia akan ditahan karena pembunuhan berencana.

Dalam wawancara video, pengadilan mendengar dari saudara laki-laki korban Naim Yolcu yang mengatakan:

“Ketika kami pergi ke Institut Kedokteran Forensik untuk mengambil jenazah, Hakan sedang duduk di dalam mobil. Saya dan keluarga saya dihancurkan, tetapi Hakan bahkan tidak tampak sedih.”

“Adik saya selalu menentang mengambil pinjaman.”

“Namun, setelah dia meninggal, kami mengetahui bahwa dia memiliki tiga pinjaman yang diambil oleh Hakan atas nama saudara perempuan saya.”

Satu hal yang mencurigakan bagi pihak keluarga adalah Hakan membawa Seyma ke tempat sangat tinggi, sementara Hakan diketahui takut akan ketinggian.

“Olahraga ekstrem apa yang akan dia lakukan ketika dia takut ketinggian?,” kata Naim yang heran iparnya bersama kakak perempuannya pergi ke tepi jurang setinggi 300 meter lebih.

Alasan olahraga ekstrem memang menjadi alasan Hakan ke pihak asuransi saat mengajukan klaim.

“Saya tertarik dengan olahraga ekstrim sejak 2014; parasut, bungee jumping, arung jeram. Makanya saya punya asuransi jiwa sebelum menikah,” kata Hakan, dikutip dari keterangan polisi.

Hakan juga ditanyai tentang pasal dalam asuransi kecelakaan diri yang menyatakan bahwa jika Semra Aysal meninggal dunia maka ahli warisnya adalah suami Hakan Aysal.

Namun, jika Hakan Aysal meninggal, ahli warisnya adalah kerabat keluarganya.

“Saya tidak banyak memeriksa kebijakannya. Bankir mengatur dokumennya. Saya hanya membawanya ke istri saya untuk ditandatangani. Saya tidak tahu ada artikel seperti itu.” ujar Hakan.

Dia membantah bertanggung jawab atas kematian istrinya.

“Setelah mengambil foto, istri saya meletakkan ponsel di tasnya.

“Kemudian dia meminta saya untuk memberikan telepon kepadanya. Saya bangun dan kemudian mendengar istri saya berteriak di belakang saya ketika saya berjalan beberapa langkah untuk mengambil telepon dari tasnya.”

“Ketika saya berbalik, dia tidak ada di sana. Saya tidak melakukannya.”

“Saya tidak mendorong istriku.”

Hingga kini Polisi masih melanjutkan investigasi atas kasus ini. (*)

sumber: wiken.grid.id

0 Comment

Leave a Comment