Pengertian Idul Adha, Peristiwa dan Makna Perayaan Idul Adha

Subtitle goes here

By:

Februari 11, 2020

Shares

0.0 of 0 Users
Pengertian Hari Raya Idul Adha
Loading...

Pengertian Idul Adha atau sering juga disebut sebagai Hari Raya Qurban merupakan salah satu hari besar bagi umat Islam. Hari Raya Idul Adha dimulai tanggal 10 Dzulhijjah sampai dengan 13 Dzulhijjah (hari tasyrik). Hari Tasrik merupakan hari dimana umat Islam diharamkan untuk berpuasa.

Peristiwa Hari Raya Idul Adha

Pada Hari Raya Idul Adha, umat muslim melaksanakan Salat Id serta menyembelih hewan qurban diantaranya kambing, domba, sapi, kerbau, dan atau unta. Penyembelihan hewan qurban dilaksanakan setelah ibadah Salat Id selesai. Daging hewan qurban yang telah disembelih kemudian dibagikan kepada mereka yang berqurban, saudara, tetangga serta fakir miskin dan orang-orang yang membutuhkan.

Pada Hari Raya Idul Adha, diperingati peristiwa Nabi Ibrahim yang mengurbankan putranya untuk Allah SWT. Karena kesungguhan dan keteguhan hati Nabi Ibrahim, Allah SWT menggantikan putranya dengan seekor domba untuk disembelih. Selain peristiwa qurban, pada Hari Raya Idul Adha juga diketahui sebagai puncaknya ritual ibadah haji umat muslim yaitu wukuf.

Loading...

Wukuf di Padang Arafah merupakan ibadah paling utama yang dilakukan dalam rangkaian ritual haji.Namun sebenarnya, ibadah Idul Adha tidak hanya penyembelihan hewan qurban dan ibadah haji. Ada banyak makna serta hikmah lainnya yang dapat diambil dari hari Idul Adha.

Syarat – Syarat Qurban

Kurban atau Qurban,yang berarti dekat atau mendekatkan atau disebut juga Udhhiyah atau Dhahiyyah secara harfiah berarti hewan sembelihan. Adapun syarat-syarat qurban, antara lain sebagai berikut:

1. Cukup Umur

Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Muslim dari Jabir bahwasannya Rasulullah SAW bersabda, “Jangan kamu menyembelih untuk qurban melainkan yang telah berganti gigi kecuali jika sukar didapat, maka boleh berumur satu tahun (yang masuk kedua tahun) dari kambing/domba” (HR. Muslim)

2. Sehat, tidak sakit, hilang atau cacat sebagian tubuhnya

Binatang yang akan disembelih untuk ibadah qurban adalah binatang yang sehat, dan tidak boleh binatang yang sakit, cacat, atau hilang sebagian tubuhnya, seperti kambing yang kurus, lemah, tidak berlemak, buta sebelah matanya, pincang, terpotong telinganya atau bagian tubuh lainnya.

Ketentuan Qurban

Selain terdapat syarat-syarat qurban, adapun ketentuan Qurban, antara lain sebagai berikut:

  1. Niat berqurban karena Allah semata
  2. Ketika menyembelih mengucapkan asma Allah
  3. Menyembelih dengan pisau yang tajam
  4. Disembelih tepat dikerongkongan/ leher
  5. Disembelih oleh muslim
  6. Tunggu ternak tersebut sampai mati sempurna
  7. terputus urat leher, yaitu Hulqum (jalan napas), jalan makanan, Wadajain (dua urat nadi dan syaraf).

Hukum Qurban

Para ulama berbeda pendapat tentang hukum berqurban. Jumhur ulama, yaitu: madzhab Imam Malik, Imam Asy-Syafii, Imam Ahmad dan yang lainnya menyatakan sunnahnya. Madzhab Imam Asy-Syafii mengatakan sunnah muakkadah (sangat ditekankan dan diusahakan tidak ditinggalkan kecuali ada ‘udzur). Sedangkan madzhab Imam Abu Hanifah mengatakan wajibnya.

Makna Perayaan Idul Adha

Berikut merupakan beberapa makna Hari Raya Idul Adha, antara lain:

1. Semangat Berbagi untuk Sesama

Memperingati Hari Raya Idul Adha, setiap umat Muslim yang mampu dianjurkan untuk membeli dan menyembelih hewan qurban. Setelah itu, daging qurban tidak hanya disantap bersama keluarga tapi juga dibagikan kepada tetangga, saudara, serta orang-orang yang membutuhkan. Dari kegiatan ini, Idul Adha dapat menumbuhkan semangat berbagi dan tolong menolong untuk sesama.

2. Memberikan Pengorbanan

Ibadah pada hari Idul Adha mengajarkan umat Islam untuk selalu memberikan pengorbanan kepada segala sesuatu yang dilakukan.

3. Memberikan Keikhlasan

Idul Adha dapat mengingatkan umat muslim untuk senantiasa ikhlas atas cobaan yang diberikan. Dengan ikhlas, ujian seberat apapun InsyaAllah akan mendapatkan hikmah yang terbaik dari Allah SWT.

4. Mendekatkan Diri Kepada Allah SWT

Sesuai makna dari kata Qurban yang berasal dari kata Quraba atau dekat, ibadah qurban pada hari Idul Adha memiliki makna kedekatan. Tak hanya mendekatkan diri kepada Allah SWT, Idul Adha juga menjadi sarana mendekatkan diri pada keluarga dan saudara.

5. Silaturahmi

Pada Hari Raya Idul Adha, terdapat tradisi mengunjungi sanak saudara. Interaksi dengan tetangga dan kerabat dapat terjalin ketika pelaksanaan salat Idul Adha dan penyembelihan hewan qurban.

6. Segalanya Milik Allah SWT

Melalui perayaan Idul Adha, umat muslim menyadari bahwa apa yang ada di langit dan bumi adalah milik Allah SWT. Semua harta benda yang dimiliki sejatinya adalah milik Allah SWT.

Demikian ulasan singkat mengenai Pengertian Idul Adha, Peristiwa, Syarat-syarat Qurban, Ketentuan Qurban, serta makna Perayaan Idul Adha. Sebagai umat Islam, kita harus menyambutnya dengan suka cita, dan tentunya dengan mengingat kebesaran Allah Subhanahu Wata’ala dalam setiap peristiwa. Jangan lupa untuk terus menuntut dan mengamalkan ilmu agama yang sumbernya dari Al-Quran dan As-Sunnah, Fastabiqul Khairat, berlomba-limba dalam kebaikan. Semoga artikel ini bermanfaat.

0 Comment

Leave a Comment