Pengertian Atom Serta Perkembangan Teorinya

Subtitle goes here

By:

Februari 05, 2020

Shares

0.0 of 0 Users
Pengertian Atom

Dalam dunia sains, penemuan atom berbagai abad yang lalu mampu mengubah banyak hal. Sejarah terkait penelitiannya menghasilkan berbagai teori model-model atom dan hal terkait lainnya.

Pengertian Atom

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia kata atom memiliki arti (1) unsur kimia yang terkecil (setelah nuklir) yang dapat berdiri sendiri dan dapat bersenyawa dengan yang lain; (2) modern, mutakhir; (3) barang yang terbuat dari plastik. Namun, pengertian atom di sini mungkin akan lebih tepat jika diartikan pada poin pertama.

Adapun atom menurut laman wikipedia diartikan sebagai suatu satuan dasar materi yang terdiri atas inti atom serta awan elektron bermuatan negatif yang mengelilinginya. Istilah atom itu sendiri berasal dari bahasa Yunani yang memiliki arti sesuatu yang tidak dapat dipotong  atau sesuatu yang tidak dapat dibagi-bagi lagi.

Selayang Pandang Tentang Atom

Pada abad ke-17 dan ke-18, konsep atom sebagai suatu yang tidak dapat dibagi-bagi lagi pertama kalinya diajukan oleh seorang filsuf asal India dan Yunani. Kemudian para kimiawan meletakkan dasar-dasar konsep tersebut dengan menunjukkan bahwa zat-zat itu memang tidak dapat dibagi-bagi lebih jauh lagi dengan metode-metode kimia yang ada. Namun, di akhir abad 19 dan 20,para fisikawan ternyata menemukan hal baru. Bahwa sesungguhnya tidak benar jika atom tidak dapat dibagi-bagi lagi sebab para fisikawan berhasil menemukan struktur serta komponen-komponen subatom yang ada di dalam atom. Lalu prinsip-prinsip mekanika kuantum yang digunakan fisikawan pun dapat memodelkan atom.

Komponen – Komponen Atom

Komponen-komponen atom terdiri dari:

  1. Subatom
    Meski pada awalnya istilah atom merujuk pada sesuatu yang tidak dapat dibagi-bagi lagi, tetapi ternyata dalam terminologi ilmu pengetahuan sains modern dijelaskan bahwa atom tersusun atas berbagai partikel subatom. Adapun partikel-partikel penyusun atom ini adalah proton, elektron, dan neutron.
  2. Inti Atom
    Inti atom terdiri dari proton dan neutron yang terikat secara bersamaan pada pusat atom. Secara kolektif proton dan neutron yang terikat tersebut disebut sebagai nukleon.
  3. Awan Elektron
    Awan elektron adalah suatu daerah dalam sumur potensi yang mana tiap-tiap elektronnya mampu menghasilkan sejenis gelombang diam tiga dimensi. Elektron yang ada dalam suatu atom ditarik oleh proton dalam inti atom melalui gaya elektroomagnetik. Nah, gaya ini mengikat elektron dalam sumur potensi elektrostatik yang ada di sekitar inti atom.

Ukuran Atom

Atom tidak memiliki batas luaran yang jelas. Oleh karena itu dimensi atom biasanya didesripsikan sebagai jarak antara dua inti atom ketika dua atom bergabung dalam satu ikatan kimia.

Perkembangan Teori Atom

Teori atom memiliki perkembangan dari waktu ke waktu, berikut perjelasan mengenai perkembangan teori atom.

1. Model Atom Dalton

Teori ini dipopulerkan oleh John Dalton. Pokok-pokok dari teori Dalton ialah, (1) atom merupakan partikel zat terkecil yang tidak dapat dibagi-bagi lagi menjadi bagian yang lebih kecil; (2) atom digambarkan seperti sebuah bola sederhana yang berukuran sangat kecil; (3) suatu unsur tersusun dari berbagai atom yang sama, sedangkan senyawa tersusun dari berbagai atom berbeda sesuai unsur penyusunnya; (4) atom-atom bergabung kemudian membentuk senyawa dengan perbandingan bilangan bulat dan sederhana; (5) reaksi kimia merupakan pemisahan, penggabungan, dan/atau penyusunan kembali atom-atom sehingga atom tidak adpat diciptakan atau dimusnahkan.

2. Model Atom Thomson

Teori ini pertama kali diciptakan oleh J.J. Thomsom. Menurut teorinya atom adalah bola padat yang bermuatan positif dan di dalamnya tersebar elektron yang bermuatan negatif.

3. Model Atom Rutherford

Teori yang diciptakan Rutherford ini bermula dan berdasarkan eksperimen hamburan sinar alfa yang bersumber dari uranium. Ia berpendapat bahwa atom terdiri dari inti atom yang sangat kecil dan bermuatan positif, lalu dikelilingi oleh elektron yang bermuatan negatif seperti tata surya.

4. Model Atom Bohr

Model yang dipopulerkan oleh Niels Bohr ini bermula ketika dirinya melakukan percobaan spektrum hidrogen untuk memperbaiki teori atom Rutherford (yang pada akhirnya ditemukan sebuah kelemahan). Hasilnya adalah elektron-elektron mengelilingi inti atom yang terdiri dari Proton dan neutron pada lintasan-lintasan tertentu yang disebut sebagai kulit elektron atau tingkat energi.

5. Model Atom Modern

Terakhir, model atom modern ditemukan sekaligus dipopulerkan oleh Schrodinger. Ia berpendapat bahwa elektron-elektron yang mengelilingi inti atom memiliki tingkat energi tertentu, namun tingkat keberadaannya tidak bisa dipastikan. Elektron tersebut berada di dalam orbital-orbital yang merupakan fungsi gelombang tertentu dalam kulit atom. Boleh jadi hal itu merupakan daerah yang paling berpotensi menemukan elektron.

Nah, itulah informasi mengenai pengertian atom dan seluk beluknya. Dari penjelasan tersebut kita bisa tahu bahwa meskipun definisi atom adalah zat yang tidak bisa dibagi-bagi menjadi lebih kecil lagi, tetapi kenyataannya atom terdiri atas subatom-subatom yang menyusunnya. Begitulah, ilmu pengetahuan terus berkembang dan selalu menghasilkan informasi serta penemuan baru, termasuk informasi tentang atom.

0 Comment

Leave a Comment