Para Pemuda Suku Anak Dalam Naik Motor Bonceng Tiga Terjaring Razia, Saat Ditanyai Petugas Jawabannya Ngakak Banget

Subtitle goes here

By:

Mei 13, 2020

Shares

0.0 of 0 Users
Para Pemuda Suku Anak Dalam Naik Motor Bonceng Tiga Terjaring Razia, Saat Ditanyai Petugas Jawabannya Ngakak Banget
Loading...

Provinsi Jambi mempunyai keunikan dengan adanya suku masyarakat adat, yakni Suku Anak Dalam (SAD). Di zaman sekarang ini, Suku Anak Dalam mulai membuka diri, untuk berinteraksi dengan dunia luar, dan mulai berani menunjukkan identitasnya, ditengah masyarakat.

Buktinya, Suku Anak Dalam telah mengenal salah satu jenis transportasi darat yakni sepeda motor. tetapi, walaupun sudah bisa mengendarainya, mereka ternyata belum paham benar tentang artinya keselamatan berlalu lintas. Mereka masih belum menggunakan helm maupun berbonceng tiga, padahal hal tersebut sangat dilarang.

Baru-baru ini, ada video viral yang diunggah akun Youtube @pakmuk dani. Dalam video itu, ada enam orang pemuda Suku Anak Dalam yang sedang mengendarai sepeda motor, dan tiba-tiba dihentikan polisi lalu lintas dan pihak Kejaksaan.

Loading...

Dalam video yang diunggah 9 Maret 2020 tersebut, juga menuliskan sebuah keterangan tentang sosialisasi hukum yang dilakukan Kajari Sarolangun terhadap SAD yang berada di wilayah Air Hitam, Sarolangun, Jambi.

Saat di Stop petugas Kejaksaan, mereka menanyakan kepada pemuda tersebut kenapa berboncengan motor bertiga? Saat diberhentikan para pemuda tersebut tak mengenakan baju dan membawa kecepek yang dikenal sebagai alat berburu suku anak dalam.

“Ini pakai motor boncengan bertiga?,” tanya petugas yang mengenakan seragam korps Adhyaksa itu.

Mendengar pertanyaan dari petugas yang menyetop mereka, dengan santainya kemudian pemuda SAD yang membonceng dua rekannya itu, memberi jawaban yang sangat kocak. “Aturan mau berempat, tapi dak muat, muatnyo cuma bertiga,” jawab pemuda SAD itu.

Mendengar jawaban itu, sang petugas pun menimpali. “Bertiga saja tidak boleh, ini mau berempat malahan,” kata petugas itu.

Lantas, pemuda itu kembali menjawab pertanyaan petugas. “Motornyo dak kuat, dak tu maunyo berempat pak, (motornya tidak kuat, kalau kuat maunya kami boncengan berempat pak),” jawab pemuda SAD itu lagi.

Postingan ini tentunya menjadi viral. Apapun ceritanya berboncengan tiga dengan satu motor, itu sangat dilarang. Oleh karena itu buat Suku Anak Dalam juga harus diberikan edukasi, agar menjaga ketertiban dan keamanan dalam berlalu lintas.

0 Comment

Leave a Comment