Lakukan Ritual Hingga Tewaskan Seorang Bocah Tersangka Berjanji Nanti Bisa Dihidupkan Kembali

Subtitle goes here

By:

Mei 21, 2021

Shares

0.0 of 0 Users
Loading...

Dua dukun abal-abal berinisial HN dan BN tak bisa berkutik saat anggota kepolisian menjemputnya untuk dibawa ke kantor polisi, untuk diproses hukum lebih lanjut akibat praktik perdukunan yang dilakukan mereka berdua.

Seperti dikutip Tribunnews.com, HN dan BN melakukan ritual dengan melibatkan seorang anak perempuan berinisial A (7). Kepada orangtua korban, M dan S, yang telah berhasil mereka hasut, korban disebut sebagai anak genderuwo dan harus dilakukan ritual dengan cara ditenggelamkan ke bak mandi sebanyak empat kali.

“Sebelum ditenggelamkan di bak mandi, A itu juga sempat diminta untuk mandi kembang tengah malam. Lalu ditenggelamkan di bak mandi empat kali,” jelas Sugeng, Kepala Desa Congkrang, Kabupaten Bejen, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.

Lebih lanjut, Sugeng menuturkan, di ritual penenggelaman itu, tubuh A mulai melemah lalu pingsan hingga akhirnya tak sadarkan diri.

Percobaan pertama sampai ke tiga gak apa-apa. Setelah keempat kalinya mungkin tubuhnya lemas, terus dia pingsan. Gak sadarkan diri lama sekali,” kata Sugeng.

“Tapi dia bilang (ke orangtua A), tenang-tenang gak usah bingung, nanti tak hidupkan lagi,” lanjut Sugeng.

M dan S yang masih termakan hasutan dua dukun abal-abal itu pun masih mempercayai HN dan BN. Bahkan ketika M diminta untuk memandikan jasad sang anak dan meletakkannya di dalam kamar dengan dibaluti kain.

“Dia bilang, supaya jenazah dik Ais dibersihkan dulu, dirawat dulu. Setelah bersih dijanjikan akan dihidupkan lagi,” pungkas Sugeng.

Kematian bocah malang ini baru disadari dan terungkap ketika kakek dan pamannya berkunjung ke rumah karena merasa rindu. Namun nahas, jasad korban sudah dalam kondisi tinggal tulang dan kulit.

Dalam kasus ini, bukan hanya dua dukun abal-abal tersebut, kedua orangtua korban juga turut dijadikan tersangka. Para tersangka dijerat Pasal 76 huruf C dan Pasal 80 UU No. 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara.

0 Comment

Leave a Comment