Kata-kata Melecehkan Ini Buat Pije Nekat Bakar Alphard Via Vallen, Ditolak Dua Kali Bertemu Idola

Subtitle goes here

By:

Juli 02, 2020

Shares

0.0 of 0 Users
Loading...

Kata-kata melecehkan ini buat Pije nekat bakar mobil Alphard Via Vallen, ditolak dua kali bertemu idola. Terungkap sudah teka-teki pembakaran mobil Alphard pedangdut Via Vallen.

Pije, warga ber-KTP Sumatera Utara sebelumnya pura-pura gila saat dibekuk aparat polisi. Namun, belakangan Pije mengaku motifnya membakar mobil Alphard sang idola yakni Via Vallen.

Pije (41), pria Medan yang membakar Alphard Via Vallen mengaku kepada polisi merasa sakit hati karena dua kali gagal bertemu sang biduan.

Loading...

Dia mengaku sudah dua kali mendatangi rumah Via Vallen yang ada di Desa Kalitengah, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur.

Saat di rumah Via Vallen tersebut, Pije mengaku mendapat sambutan kurang baik.

“Dia dua kali ke rumah Via Vallen.”

“Tapi tidak ketemu Via Vallen langsung.”

“Hanya ditemui seseorang, tapi dia mengaku tersinggung lantaran perkataan orang itu tidak enak didengar.”

“Seperti menyebut kotor, lusuh dan sebagainya.”

“Itu pengakuan pelaku,” ungkap Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Sumardji, Rabu (1/7/2020).

Kendati demikian, penyidik Polres Sidoarjo masih mendalami pengakuan Pije karena beberapa kali pernyataannya ngelantur.

Setelah peristiwa memilukan itu, Pije ditetapkan sebagai tersangka.

Itu setelah polisi telah memperoleh petunjuk kuat bahwa lelaki asal Medan ini sebagai pelaku pembakaran mobil yang membuat heboh warga, pada Selasa (30/6/2020).

Kombes Pol Sumardji menyebut hal itu setelah melakukan olah TKP, pemeriksaan terhadap beberapa saksi, rekaman circuit closed television ( CCTV), dan keterangan Pije sendiri.

“Sehingga penanganan perkara ini sudah kita naikkan ke penyidikan.

Yang bersangkutan sudah ditetapkan jadi tersangka,” kata Sumardji, Rabu (1/7/2020).

Pije dijerat pasal 187 ayat 1 KUHP tentang pembakaran.

Namun, polisi mengaku masih berupaya mendalami kasus ini.

Tentang motif pembakaran, sejauh ini mengarah ke sakit hati.

Bukan sakit hati ke Via Vallen, tapi ke seseorang yang sempat menemui Pije ketika dia berusaha menemui Via Vallen di rumahnya.

“Pelaku adalah warga Sumatera Utara yang tinggal di rumah kontrakannya di Cikarang.

Sehari-hari kerja serabutan, jualan celana, kaos, dan sebagainya.

Dia mengaku nekat jauh-jauh ke Sidoarjo dengan nggandol truk dan sebagainya demi bertemu langsung dengan Via Vallen.

Dia fans berat,” tandas Sumardji.

Namun, sesampai di runah Via Vallen Pije mengaku mendapat sambutan yang kurang baik dari orang yang menemuinya.

Dia kemudian datang lagi ke rumah Via Vallen dini hari kemarin.

Kemudian membakar mobil mewah milik Via Vallen yang terparkir di samping rumah.

Meski ada bukti botol berisi bensin dan sebagainya, pelaku mengaku tidak merencanakan aksi itu.

Menyiramkan bensin kemudian membakar kertas dengan korek api yang dibawanya.

7 Hari intai rumah Via Vallen

Sebelumnya, Selasa (30/6/2020) sore, Kombes Pol Sumardji menemui pria asal Jalan Pabrik Tenun, Kelurahan Sie Putih Timur, Kecamatan Medan, Kota Medan tersebut.

Wartawan SURYA.co.id berkesempatan mendengarkan obrolan Kapolres dengan Pije.

“Saya pengen ketemu Via,” jawab pria berwajah seperti warga India tersebut.

Diceritakan, dia datang dari Cikarang.

Nggandol truk, hingga beberapa kali selama tiga hari sampai akhirnya tiba di Tanggulangin, Sidoarjo.

“Sampai di Sidoarjo sudah tujuh hari lalu,” akunya.

Tujuh hari di Sidoarjo, pria ini mengaku tidur di depan warung di dekat jalan masuk menuju Desa Kalitengah.

Selama itu, saat siang dia juga riwa-riwi ke sana kemari mencari rumah Via.

“Awalnya saya hanya tahu rumahnya di Kalitengah. Itu dari medsos.”

“Makanya tanya-tanya terus.”

“Sampai akhirnya ketemu,” jawab Pije saat ditanya kapolres.

Diakuinya, tulisan di tembok adalah tulisannya.

Tapi tidak menjelaskan secara jelas.

Hanya dikatakan tulisan 79 itu merupakan tanggal lahirnya.

Pije mengaku sudah beberapa kali mendatangi rumah itu, tapi ketika ditanya tentang aksinya membakar mobil Via Vallen, dia ngelantur.

Dia bilang habis menenggak minuman keras.

Kemudian bercerita aneh lagi, katanya mencari Via Vallen karena ponsel mililnya dibawa oleh teman Via Vallen.

Menurut Kapolres, keterangan pelaku ini belum bisa dimasukkan BAP.

Dia masih ngelantur.

“Kita beri waktu dulu, mungkin masih mabuk atau kurang tenang,” kata Sumardji.

Di sisi lain, polisi terus mengorek keterangan dari para saksi.

Termasuk keluarga Via Vallen dan beberapa saksi lain. Petugas juga mendalami CCTV dan melakukan olah TKP.

Kronologi pembakaran

Saat pembakaran, mobil sedang terparkir di sebelah rumah Via Vallen yang berada di Desa Kalitengah, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo.

Awalnya, seorang kru lighting yang sedang mengangkut peralatan sehabis shooting video klip di rumah Via Vallen melihat ada asap dan bau bensin

Kemudian, disampaikan ke yang lain.

Dan setelah dicek ternyata memang ada kobaran api di kap depan mobil Alpard keluaran tahun 2018 yang parkir di samping rumah itu.

Mereka lantas memindahkan mobil lainnya dan menghubungi petugas PMK.

Tak lama berselang satu unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi, berusaha memadamkan mobil mewah yang terbakar itu.

Sekira pukul 04.00 WIB, terduga pelaku datang ke Polsek Tanggulangin.

Polisi juga sejak mendapat laporan sudah ke lokasi, melakukan olah TKP dan memintai keterangan beberapa saksi.

Dari lokasi kejadian, petugas menemukan beberapa barang bukti.

Termasuk botol air mineral berisi sisa cairan bensin.

Terduga pelaku sendiri sudah diamankan di Polsek Tanggulangin. Dan petugas masih berusaha memintai keterangan serta mencari tahu, apa motif pembakaran terhadap mobil milik penyanyi dangdut ternama itu.

Pesan Pije

Pelaku pembakaran terhadap mobil Alpard milik Via Vallen sempat meninggalkan pesan yang ditulis di tembok rumah penyanyi dangdut di Desa Kalitengah, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo.

Pelaku diketahui bernama Pije itu menulis pesan di tembok samping rumah Via Valen. Seolah sakit hati, tapi tidak jelas apa maksud tulisan tersebut.

“Kibus Ada, Ada gk ksh hak ku, Pije Persa 97, Pije 97, mati kalian bang” demikian tulisan yang ada tembok samping bagian depan rumah yang berada di sudut tikungan dekat tanggul lumpur lapindo tersebut.

Sampai saat ini tulisan itu masih ada.

Sementara mobil Alpard yang terbakar juga masih berada di tempatnya.

Hanya saja, mobil sudah ditutup kain dan area itu dipasangi garis polisi paska petugas melakukan olah TKP.

Pelaku sendiri sudah menyerahkan diri ke Polsek Tanggulangin.

Namun, dia belum bisa diperiksa secara intensif karena omongannya ngelantur.

Seperti berlagak bego.

“Masih dibiarkan dulu, belum diperiksa.

Karena ditanya jawabannya masih tidak jelas.

Ngelantur,” kata Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Sumardji.

sumber: TRIBUNKALTIM.CO

0 Comment

Leave a Comment