IBUNYA Viral Maki Kurir, Akun yang Diduga sang Anak Salahkan Netizen, Tak Bisa Pulang: Gak Kasihan?

Subtitle goes here

By:

Mei 19, 2021

Shares

0.0 of 0 Users
Loading...

Sebuah akun yang diduga anak dari ibu yang maki-maki kurir paket COD mendadak jadi sorotan publik. Sang anak mengaku dirinya sampai takut pulang ke rumah gegara ulah netizen.

Ia menyalahkan netizen yang sudah menghujat dirinya lantaran ulah sang ibunda yang memaki-maki kurir paket COD. Seperti diketahui, video seorang ibu memarahi kurir sempat viral di media sosial.

Dalam video, terlihat kurir yang merekam kejadian tersebut berusaha menjelaskan prosedur belanja online dengan sistem COD.

Ia menegaskan, kurir dilarang membuka paket COD karena tak bisa dikembalikan ke seller.

“Ini barangnya enggak sesuai, g****k, jadi pulangin ke seller-nya.”

“Nah, tugas Anda pulangin ini barang,” teriak sang ibu.

“Ya udah ibu itu dirapihin lagi deh kayak awal, bisa enggak?”

“Kalau packing enggak sesuai, seller juga enggak bisa di-complain,” ujar sang kurir dengan nada pasrah.

“Ini barang enggak sesuai ya, bukan karena packing-nya.”

“Jadi Anda tukerin ke seller,” ungkap perempuan muda diduga sang anak yang berada di samping si ibu.

Sontak saja banyak netizen yang berkomentar menghujat apa yang dilakukan oleh ibu-ibu.

Netizen menyoroti tingkah si ibu dan kalimatnya yang memaki sang kurir dengan hujatan kata-kata kasar.

“Nge G*BLOG G*BLOG KIN org..padahal dianya yg G*BLOG,” seru netizen.

“Abangnya yg dimaki-maki, gw yg sakit hati. Astaghfirullah,” beber netizen lain.

“Gemes bgt sama anaknya, mestinya dijelasin kek sma ibunya klo itu kesalahan seller bukan kurirnya, ini malah ikut ngomporin hiliih gmes bgtt”

“Hapuskan sistem COD,” seru akun lainnya.

Nah, baru-baru ini terungkap nasib diduga anak dari si ibu tersebut.

Hal ini terlihat berdasarkan penelusuran TribunJatim.com dari TikTok.

Akun @bocahjaktimbogor mem-posting video yang menampilkan akun Instagram yang diduga anak dari si ibu tersebut.

Akun IG @denaya tersebut sempat mem-posting permintaan maaf kepada warganet.

“Maafkan kelakuan saya dan ibu saya, mohon pengertiannya,” tulisnya lewat Instagram Story.

Namun, ia tetap menyalahkan netizen yang menghujatnya dan meminta agar berhenti mengirim DM.

“Netizen ngerasa dia yang paling suci, kalian tau gak perasaaan saya dan ibu saya gimna??”

“TOLONG BERENTI DM SAYA,” tulisnya lagi, dikutip dari TribunJatim.com, Nasib Diduga Anak Si Ibu Marahi Kurir COD, Salahkan Netizen Tak Bisa Pulang ke Rumah: Gak Kasihan?

Selain itu, ia juga memperlihatkan tangkapan layar DM akun Instagram-nya yang dipenuhi hujatan dari warganet.

“Kalian cuma bisa menghujat,” tulisnya.

Wanita itu bahkan mengunggah sebuah foto yang memperlihatkan suasana kamar hotel serta diiringi sebuah caption.

Ia meminta agar warganet berhenti untuk menghujat ia dan ibunya karena hal tersebut membuatnya takut pulang ke rumah.

“Saya sampe taku pulang kerumah ke rumah saya sendiri, kalian apa gak kasihan sama saya???”

“Sampai kapan aku dan ibuku harus jauh dari rumah, ini semua karena kaliannn,” tulisnya.

Tak hanya hujatan, wanita tersebut juga banyak menerima DM nasihat dari beberapa warganet.

Netizen mengatakan ke @denaya bahwa ke depannya untuk lebih berhati-hati dalam berbicara.

“Saya tidak butuh hujatan, yang saya butuhkan adalah pemikiran seperti masnya ini,” tulisnya sambil menunjukkan salah satu DM dari akun yang menasihatinya.

Beberapa waktu lalu, juga viral kasus kurir COD yang customer-nya tak mau membayar sandal yang sudah dibeli.

Si pembeli bahkan menodongkan pistol hingga akhirnya kasus tersebut berakhir dengan si pembeli yang diciduk oleh pihak kepolisian.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Yayasan Layanan Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi menyebut kurangnya literasi digital di masyarakat, khususnya pelaku dalam video.

“Itu kan sebenarnya satu ironi, masih rendahnya pemahaman konsumen terhadap digital economy secara keseluruhan atau transaksi secara digital,” kata Tulus, seperti dinukil TribunJatim.com dari Kompas.com, Minggu (16/5/2021).

Ia mengatakan, edukasi yang diberikan dari pihak platform penjualan serta ekspedisi masih rendah.

Begitu juga dengan literasi dari konsumen tersebut yang dinilai rendah.

“Konsumen tahunya hanya soal COD, bayar di tempat, kemudian mekanisme yang lain tidak mengerti.”

“Sayangnya konsumen kita juga tidak banyak membaca syarat dan ketentuan yang berlaku di dalam platform digital itu,” jelas dia.

Sejumlah platform belanja online seperti Shopee dan Tokopedia sendiri juga telah memiliki aturan COD.

Dalam aturan yang diunggah di laman masing-masing, disebutkan aturan COD bagi pembeli.

Adalah mereka harus membayar terlebih dahulu tagihan yang ada, baru diperkenankan untuk membuka paket yang dikirim.

Sementara aturan Shopee, pembeli yang melakukan penolakan pembayaran atau tidak ada di tempat saat kurir mengirim paket 2 kali dalam 60 hari akan diblokir dari sistem pembayaran COD.

Sementara pada Tokopedia berlaku aturan sebagaimana berikut:

1. Pembeli membayaran kepada kurir pada saat pesanan tiba di tujuan sesuai dengan nominal yang tertera pada faktur tagihan;

2. Pembeli tidak diperbolehkan membuka paket/kiriman barang hingga memberikan uang pembayaran kepada kurir;

3. Pembeli dapat melakukan pengembalian barang atau retur apabila belum membuka paket/kiriman barang. Apabila pembeli melakukan retur tanpa membuka paket, maka tidak perlu memberikan uang pembayaran kepada kurir;

4. Apabila Pembeli sudah membuka paket/kiriman barang dan ingin melakukan retur, maka Pembeli wajib membayar semua pesanan kepada kurir dan mengajukan komplain pengembalian barang atau retur kepada Penjual melalui Pusat Resolusi.

5. Apabila dalam 60 hari Pembeli melakukan pembatalan transaksi yang menggunakan fitur COD sebanyak 2 kali atau Pembeli tidak ada di tempat pada saat kurir melakukan pengiriman paket sebanyak 2 kali maka fitur COD Pembeli akan dinonaktifkan dari pilihan metode pembayaran Pembeli oleh Tokopedia.

sumber: tribunstyle.com

0 Comment

Leave a Comment