Dirudapaksa di Kandang Ayam, Siswi SMP ini Tolak Sogokan Rp 1 Miliar untuk Cabut Laporan di Polisi

Subtitle goes here

By:

Mei 14, 2020

Shares

0.0 of 0 Users
Loading...

Keluarga MD (16) siswi SMP menolak uang sebesar Rp 1 miliar. Uang tersebut diberikan agar MD mencabut laporannya di Polres Gresik. Di mana MD melaporkan kasus pemerkosaan dirinya yang dilakukan oleh pelaku SG di sebuah kandang ayam.

Dikutip dari TribunSurya, IS (49), ibunda siswi SMP Gresik berinisial MD (16) mencurahkan isi hatinya ketika ditemui pengurus Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Gresik, Rabu (13/5/2020).

IS mengaku ikhlas melihat kelahiran cucunya tanpa bapak. Keihlasan itu membuat IS menolak tawaran sogokan uang Rp 500 juta hingga Rp 1 miliar yang dijanjikan oleh angota DPRD Gresik, Nur Hudi.

Loading...

Nur Hudi dengan terduga pelaku tidak ada hubungan saudara. Nur mengaku memberikan tawaran tersebut supaya korban dan keluarganya mencabut laporan di Polres Gresik dan menyelesaikan masalah secara kekeluargaan.

Berikut pengakuan IS saat ditemui pengurus Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Gresik, Rabu (13/5/2020).

IS, masih merasakan kepedihan yang mendalam. Ia menceritakan, peristiwa yang menimpa anaknya itu di luar nalar. Sebab, MD dan terlapor SG masih memiliki ikatan saudara.

Perasaannya seperti disambar petir di siang bolong saat MD mengaku dihamili SG dan telah melakukan hubungan badan sejak Maret 2019. Salah satunya dilakukan di sebuah kandang ayam yang berada di pinggir jalan.

Saat ini putri bungsunya hanya bisa menjaga kondisi dan mempersiapkan proses persalinan yang akan berlangsung kurang dari dua bulan lagi.

“Saya ingin SG ditangkap dan ditahan. Upaya damai saya tolak semua. Tidak apa-apa anak saya melahirkan tanpa bapak. Biar saya urus sendiri,” kata IS dengan nada kesal.

IS mengaku setelah kabar laporan di Polres Gresik terpublikasi, dia sekeluarga mendapat ajakan damai dari terlapor dan permintaan menggugurkan kandungannya. Tak hanya itu, sogokan juga datang dari anggota DPRD Gresik.

“Jelas saya tolak semua. Manusia macam apa itu. Saya minta polisi segera menangkap dan menghukum seberat-beratnya,” ujar IS.

Sekadar informasi, kediaman SG dan MD masih satu dusun hanya beda gang saja. SG memiliki istri dan dua anak perempuan.

Sedangkan MD, orang tua yang tersisa hanyalah seorang ibu dan kedua kakaknya yang bekerja untuk mencukupi kehidupan sehari-hari.

PMII desak Polres tangkap SG

Seusai mendengar cerita dari IS, Ketua PC PMII Gresik, Faisal Ridho Abdillah menyebut kedatangannya sebagai wujud simpati dan dukungan moril kepada korban.

Apalagi korban saat ini tengah hamil dengan usai kandungan 7 bukan.

“Kita juga menggali informasi langsung tentang duduk perkaranya,” kata dia.

Faisal juga ikut memotivasi korban. Terutama melanjutkan pendidikannya yang baru menginjak kelas VIII SMP.

“Kami berupaya untuk terus memotivasi demi masa depannya,” jelas Faisal.

Segala informasi yang didapat dari kediaman korban akan menjadi bahan untuk mendesak Polres Gresik agar pelaku segera ditangkap.

“Besok kami akan datang ke Polres Gresik untuk bersurat mendesak agar segera memproses kasus tersebut. Dihitung-hitung sudah dua minggu lebih belum ada tindak lanjut,” terang Faisal.

Nur Hudi tak ikut diperiksa

Sementara itu, anggota DPRD Gresik, Nur Hudi Didin Arianto yang menawarkan uang Rp 500 juta hingga Rp 1 miliar kepada korban agar kasus pencabulan berakhir damai tidak masuk dalam rangkaian pemeriksaan.

Kanit PPA Satreskrim Polres Gresik Ipda Joko Suprianto masih melakukan pemeriksaan saksi-saksi atas laporan tersebut. Terlapor SG pelaku pencabulan MD akan dipanggil pekan ini.

Sedangkan, Nur Hudi belum akan dilakukan pemanggilan.

“Saat ini masih belum ada keterkaitannya mas,” ujarnya kepada Surya, Rabu (13/5/2020).

Pihaknya belum bisa menjamin apakah SG akan langsung ditahan saat pemanggilan itu atau tidak. “Segala perkembangannya akan kami sampaikan, mohon waktu,” pungkasnya.

sumber: wartakota.tribunnews.com

0 Comment

Leave a Comment