Diet Berujung Koma 15 Hari, Pedangdut Juwita Bahar Ngaku Rela Tak Makan Nasi Selama 2 Tahun: Kata Dokter Kesempatan Hidup 50:50!

Subtitle goes here

By:

Mei 26, 2021

Shares

0.0 of 0 Users
Loading...

Sudah tak asing lagi jika dengan nama pedangdut Juwita Bahar. Lama menghilang batang hidungnya, pedangdut 24 tahun itu mendadak muncul bagikan kabar buruk soal kesehatannya.

Juwita Bahar mendadak ngaku sempat alami koma hingga tak sadarkan diri lebih dari dua minggu lamanya. Ternyata, hal tersebut ia alami gegara program diet ekstrem yang Juwita Bahar lakukan.

Demi mendapatkan tubuh yang langsing dan seksi, Juwita Bahar rela tak makan nasi selama dua tahun.

Alih-alih mendapatkan tubuh yang indah, ia justru terbaring tak sadarkan diri di rumah sakit selama 15 hari.

Melansir dari Kompas.com, Juwita Bahar mengungkapkan kisahnya saat mengalami koma.

Semua berawal dari program diet yang ia jalankan selama dua tahun.

Dalam program diet tersebut, Juwita Bahar disarankan menjauhi makanan nasi.

“Aku kurangi nasi, kayak enggak makan nasi selama dua tahun,”

“Jadi kayak protein dan karbohidratnya enggak seimbang. (Gara-gara itu) aku sakit maag, terus panas dan demam,” ucap Juwita, Selasa (5/1/2021).

Juwita mengatakan jika saat itu kesempatan hidupnya hanya 50 persen.

Kala itu, maag serta demam Juwita sangat parah.

Ayahnya, Memo Sanjaya melihat Juwita sudah seperti di alam bawah sadar.

Tanpa pikir panjang Juwita langsung dilarikan ke salah satu rumah sakit oleh ayahnya untuk mendapatkan penanganan medis.

“Enggak tahu sih, kata dokter aku kanker otak atau virus otak, apalah soal otak. Tapi aku kurang tahu pasti meningitis atau apa. Kata dokter kesempatan hidup 50:50, kalau hidup akan lumpuh kayak Gugun Gondrong,” ucap Juwita.

Setelah tersadar dari koma selama 15 hari, pemilik nama lengkap Juwita Tofhany Sanjaya itu merasakan yang berbeda dari tubuhnya.

Anak penyanyi dangdut Anisa Bahar itu berujar, semua urat saraf yang ada tak lagi berfungsi dengan baik.

“Jadi bangun tidur (koma) tuh biasa aja, tapi semua anggota badan kayak enggak aktif gitu, kayak belajar duduk dan gerakin kepala,” ungkap Juwita.

“Aku enggak bisa gerakin badan sama sekali kayak anak bayi lagi. Bangun mesti diangkatin, mesti dibantu, belajar jalan, belajar tulis,” ucap Juwita melanjutkan.

Proses belajar melakukan aktivitas kembali seperti bayi itu Juwita lakoni setiap harinya.

Dia mengaku tidak ada program khusus semasa pemulihan syaraf.

Yang terpenting, kata Juwita, ia sangat menjaga dengan pola makannya.

Kini dia telah kembali normal dan tidak lagi menjalani program diet seperti beberapa tahun yang lalu.

“Enggak (diet lagi). Sekarang badan (aku) subur,” kata Juwita sambil tertawa dan tersenyum lebar. (*)

sumber: wiken.grid.id

0 Comment

Leave a Comment