Diduga Minum Obat Kedaluwarsa, Bayi di Tangerang Menjerit dan Langsung Kejang-kejang, Pihak Puskesmas Beri Bantahan

Subtitle goes here

By:

Mei 18, 2021

Shares

0.0 of 0 Users
Loading...

Beberapa hari lalu, masyarakat dikejutkan oleh pemberitaan bayi yang alami kejang-kejang usai minum obat kedaluwarsa.

Konon, bayi itu mengalami kejang-kejang diduga usai minum obat kedaluwarsa dari fasilitas kesehatan terdekat, alias Puskesmas. Sejatinya, memang obat yang diberikan jangan melewati batas kedaluwarsa.

Sebab, obat yang sudah kedaluwarsa tak hanya menurunkan fungsi obat, tapi juga berbahaya bagi tubuh bayi itu sendiri. Peristiwa ini langsung mendapatkan perhatian masyarakat.

Pemerintah kota Tangerang pun sigap dan memberikan klarifikasi.

Kabag Humas Pemerintah Kota Tangerang, Buceu Gartina memberikan tanggapan terkait kasus bayi yang kejang-kejang setelah minum obat dari Puskesmas.

Dilansir GridHITS.id dari SuryaMalang.com, diduga bayi berumur 1 tahun 2 bulan itu meminum obat yang sudah kedaluwarsa.

Awalnya, bayi tersebut hendak berobat di Puskesmas Petir, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang karena demam.

Saat diberikan obat turun panas dari puskesmas tersebut, bayi perempuan tersebut malah kejang-kejang dan sempat mengeluarkan busa dari mulutnya.

Namun, Buceu Gartina menampik kalau obat yang diberikan sudah kedaluwarsa.

Sebab, dari tulisan yang tertera di obat tersebut menyatakan kalau tanggal kedaluwarsa jatuh pada bulan kelima tahun 2021.

“Sebetulnya obatnya belum kedaluwarsa, masih dapat digunakan sampai akhir bulan,” jelas Buceu saat dikonfirmasi, Sabtu (15/5/2021).

Menurutnya, obat yang sudah masuk bulan kedaluwarsa masih bisa dikonsumsi sampai akhir bulan.

Ditanya soal kejang-kejang, pasalnya kesehatan balita itu sendiri harus diperiksa lebih lanjut.

“Jika kejang-kejang dan berbusa harus didukung dengan dasar medis apakah dari obat tersebut, apakah dari hal lainnya,” terang Buceu.

Kendati demikian, ia tidak bisa berkomentar dan menjelaskan lebih lanjut karena harus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Tangerang.

“Kita konfirmasi ke Dinkes juga ya segera supaya bisa terselesaikan,” tutupnya.

Kini, korban masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit (RS) Mulya.

Awal mula kejadian saat balita mengalami demam dan dibawa oleh orang tuanya berobat ke Puskesmas Petir pada Kamis (13/5/2021) malam.

Saat pemeriksaan, balita diberikan beberapa obat oleh dokter jaga saat itu.

“Dikasih obat minum sama sirup, saya yang namanya orang tua panik ya langsung nurutin apa kata dokter untuk meminumkan obatnya jam 11 malam,” ungkap Lili Nurindah Sari ibu dari dari balita tersebut, Jumat (14/5/2021).

Lanjut Lili, tidak berselang lama diberikan Parasetamol, buah hatinya langsung kejang-kejang dan menangis.

“Selepas dikasih obat, anak saya malah kejang-kejang sempat keluar busa di mulutnya, siapa yang enggak panik kalau begitu,” ceritanya.

Kemudian, dirinya bersama dengan suami langsung membawa korban ke RS Mulya untuk mendapat penanganan medis lebih lanjut.

Dari situ lah Lili mengetahui kalau obat yang dikonsumsi anaknya sudah kedaluwarsa.

“Saya cek obat yang dikasih puskesmas tidak tahunya sudah jatuh bulan kedaluwarsa. Sekarang anak saya masih dirawat di RS Mulya,” ucap Lili.

Hingga saat ini, Lili berharap mendapat penjelasan dari pihak Puskesmas.

Sebab, saat ini kondisi anaknya masih memprihatinkan.

“Kami cuma mau dapat penjelasan kenapa obat sudah jatuh bulan expired diberikan ke pasien, saya kecewa berat,” tukas Lili.

Sementara, saat dikonfirmasi, Kepala Puskesmas Petir, Dr Pudi enggan berkomentar banyak.

“Masih di bulan lima. Saran kalau bisa di ganti yang expired masih jauh,” singkat Pudi.

sumber: hits.grid.id

0 Comment

Leave a Comment