Bocah 10 Tahun Ini Meninggal Dunia Gara Gara Digigit Anjing, Ibu: Setelah Dijumpain, Dimediasi, Mereka Malah Seperti Tak Terima

Subtitle goes here

By:

Juni 17, 2021

Shares

0.0 of 0 Users
Loading...

Sungguh menguras emosi, apa yang dilakukan pemilik anjing terhadap keluarga M. Reza Aulia (korban gigitan anjing) bikin geram. Jangankan untuk merespon, saat dilakukan mediasi pun pemilik anjing enggan menunjukkan itikad baiknya, bahkan sempat-sempatnya menghina keluarga korban atas perkara uang ganti rugi pengobatan.

“Pada Jumat (11/6/2021) sekitar jam 12 kami datangi pemilik anjing untuk nanya, apa itikad baiknya. Setelah dijumpain, dimediasi, mereka malah seperti tak terima. Suaminya bilang, jalur hukum pun kami layani kelen. Di mana pun kami terima tantangan kalian, bahkan Wali Kota,” Lia Pratiwi (42), ibu korban menirukan ucapan pemilik anjing yang terkesan menantang itu.

Sesuai permintaan pemilik anjing, Lia bersama kuasa hukumnya Oki Ardiansyah langsung membawa kasus ini ke jalur hukum, dan kasus ini telah dilimpahkan ke Satreskrim Polrestabes Medan.

Peristiwa nahas itu sendiri, melansir laman Kompas.com, dialami bocah malang itu pada Kamis (10/6/2021) saat hendak pulang ke rumah seusai dari kedai tak jauh dari rumahnya, di Jalan Sagu Raya, Perumnas Simalingkar A, Kelurahan Mangga, Kecamatan Medan Tuntungan.

“(Di saat bersamaan) datang lah tukang Aqua, pagar (rumah pemilik anjing) terbuka, anjing keluar pas anak saya lewat. Anak saya digigitnya di paha atas kanan. Setelah itu dia pulang ke rumah. Ngadu ke kakeknya,” Lia menjelaskan kronologi kejadian.

Lia yang baru pulang dari tempat kerja lantas membawa putranya ke bidan Manurung.

“Di situ disuntik tetanus,” lanjutnya.

Namun kondisi anaknya tak berubah. Malah, kondisi sang anak semakin memburuk. Demam hingga 39 derajat, badannya lemas, bahkan sempat bertingkah laku seperti anjing.

“Sama segala hal dia lupa. Sama dirinya sendiri dia lupa. Dia gak tau. Nah, reaksinya dia super aktif, balik sana balik sini kayak anjing gitu, menjulurkan lidah, air liurnya keluar,” terang Lia.

Meski demikian, beberapa hari sebelumnya sang anak masih tetap bersemangat menemaninya membuat laporan di Polsek Tuntungan.

“Jadi anak saya kondisinya itu lemah sekali. Tapi karena kasus ini dia tetap semangat. Di mobil, sebelum sampai Polsek dia tidur aja. Sesampainya di Polsek dia semangat kali ayok mak, ayok. Saya juga sempat tanya, kita lanjutkan kasus ini dek, dia bilang maju terus mak. Tetap semangat. Karena itu kasus ini harus jalan,” ucapnya.

Dan tak disangka, pada Minggu (13/6/2021) setelah azan Ashar, bocah malang yang terkenal aktif dan ceria itu menghembuskan nafas terakhirnya. Almarhum dimakamkan pada hari itu juga oleh keluarga.

0 Comment

Leave a Comment