Aisyah, Bocah yang Dibunuh Karena Disebut Kerasukan Genderuwo Tak Cuma Ditenggelamkan, Dukun Paksa Gadis Kecil Tersebut Makan Cabai dan Bunga Mahoni

Subtitle goes here

By:

Mei 20, 2021

Shares

0.0 of 0 Users
Loading...

Kasus Dukun abal-abal kembali ramai di tengah masyarakat. Kali ini praktik supranatural tersebut menelan korban seorang bocah.

Dilansir dari TribunJateng, peristiwa ini terjadi di di Desa Bejen, Kecamatan Bejen, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.

Pelaku berinisial B dan H dari awal sudah membuat warga curiga. Hal itu disampaikan oleh Kepala Desa Bejen, Sugeng.

B dan H saat ini masih diperiksa polisi terkait meninggalnya korban A (7).

Bocah ini korban praktek ritual, ditenggelamkan di bak mandi karena diyakini dihinggapi makhluk lain.

Sugeng mengaku sangat terpukul atas terbongkarnya penyebab kematian bocah berinisial A yang meninggal lantaran orang tuanya menuruti hasutan dua tersangka untuk ditenggelamkan di bak mandi.

“Pemerintah desa terpukul atas kejadian ini.

Tidak ada keganjilan, cuma ada dua orang B dan H.

Memang dua orang ini mendalami ilmu spiritual,” kata Sugeng Selasa (18/5/2021), seperti ditulis Tribunjogja.com.

Sugeng menambahkan, lantaran ingin terlihat kondang, B dan H selalu menawarkan jasa pengobatan supranatural kepada masyarakat.

“Tapi masyarakat kami tidak tergiur dengan omongan mereka berdua.

Karena belum pernah terbukti.

Belum ada orang yang sembuh setelah ditangani mereka,” jelasnya.

Baru keluarga M dan S, yakni orangtua A yang menjadi korban tipu daya dua tersangka dalam kasus ini.

Dari keterangan Sugeng, B dan H mengklaim bahwa A adalah anak genderuwo.

Sebagai pembuktian pernyataan itu, H kemudian menyuruh A untuk memakan bunga mahoni dan beberapa cabai.

“Untuk mengetes kalau anak itu adalah anak genderuwo, pernah korban itu disuruh makan bunga mahoni.

Itu kan pahit sekali, sama cabai.

Kalau korban tidak merasa pahit, berarti dia benar anak genderuwo.

Dan benar saja, waktu itu korban tidak merasakan pahit,” ungkap Sugeng.

Melihat hal itu orang tua A semakin percaya jika anaknya bermasalah dan harapan dia kepada B dan H untuk menyembuhkan buah hatinya semakin tinggi.

Kemudian ritual menenggelamkan A di bak mandi pun dimulai, dengan keyakinan jika itu satu-satunya cara untuk meruwat A dari keberadaan genderuwo.

“Menurut pengakuan A dimasukan ke bak mandi empat kali.

Pertama gak apa-apa, kedua dan ketiga juga gak apa.

Pas yang keempat mungkin karena terlalu lama korban ini akhirnya pingsan,” kata Sugeng. (*)

sumber: gridhot.id

0 Comment

Leave a Comment