5 Fakta Ledakan Petasan di Kebumen, 4 Orang Tewas, Peracik Merokok hingga Temuan 400 Selongsong Petasan

Subtitle goes here

By:

Mei 18, 2021

Shares

0.0 of 0 Users
Loading...

Empat orang meninggal dunia saat petasan meledak di Desa Ngabean, Kecamatan Ngirit, Kebumen, Jawa Tengah.

Petasan tersebut meledak pada Rabu (12/5/2021) sekitar pukul 17.30 WIB. Korban yang meninggal saat hari kejadian adalh Taufik Hidayat (27), Rizky Efendi (21), Rio Dwi Pangestu (22).

Satu hari setelahnya, korban meninggal betambah satu orang yakni Sugiyanto yang sempat menjalni perawatan intensif di RSUD Prembun. Ia menghembuskan napas terkahir pada Kamis (13/5/2021).

Berikut 5 fakta ledakan petasan di Kebumen yang tewaskan empat warga:

1. Sudah diingatkan oleh orangtua

Untung (55) ayah salah satu korban, Muhammad Taufik Hidayat mengaku sudah mengingatkan anaknya agar tidak meracik petasan. Ia melakukan hal tersebut karena sejumlah warga ptores dengan suara petasan setiap lebaran.

Namun sang anak tetap nekat meracik petasan bersama enam warga lainnya di rumah Untung yang rencananya akan dinyalakan saat lebaran.

“Saat kejadian, saya tidak di rumah. Saya berada di belakang rumah,” kata Untung.

Saat ledakan terjadi, Untung mengaku tak bisa mengenali anaknya. Selain itu rumahnya juga hancur akibat ledakan.

“Sudah pada tergeletak. Tidak bergerak. Darah di mana-mana. Sampai saya tidak bisa mengenali wajah anak saya,” katanya, Rabu (12/5/2021).

2. Meracik sambil merokok

Kapolres Kebumen AKBP Piter Yanottama mengatakan dari hasil pemeriksaan ada tujuh orang yang meracik bubuk petasan. Saat meracik sebagian besar sambil merokok yang diduga memicu ledakan.

“Hasil pemeriksaan saksi, dari tujuh orang yang meracik petasan itu, waktu memasukkan bubuk petasan ke selongsong, separuhnya sambil merokok,” kata Piter, Kamis (13/5/2021)

Hal tersebut mengakiba kan 4 orang tewas. Sedangkan tiga korban lainnya mengalami luka-luka. Mereka adalah Bambang Priyono (29), Alib (24), Irwan (25), dan Ratna.

Mereka saat ini menjalani perawatan di RSUD Prembun.

3. Temuan 400 selongsong petasan

Kapolres Kebumen AKBP Piter Yanottama mengatakan dari hasil olah TKP diperkirakan bubuk petasan yang meledak sekitar 2-3 kilometer. Selain itu polisi juga menemukan 400 selongsong petasan yang belum terisi yang ukurannya agak besar.

“Bubuk petasan yang meledak diperkirakan sekitar 2-3 kilogram, tapi untuk jumlah pastinya masih kami dalami. Cuma kami menemukan selongsong petasan yang belum terisi saja sekitar 400 buah di dalam karung, ukurannya juga agak besar,” kata Piter.

Saat meracik petasan, diduga sebagian peracik merokok sehingga memicu petasan. Empat orang tewas dan tiga orang lainnya mengalami luka-luka.

4. Beli bubuk petasan secara online

Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ahmad Luthfi menduga, bahan mercon tersebut dipesan secara daring atau online dari wilayah Pati.

Bahan tersebut dibeli oleh Taufik Hidayat (27), korban meninggal dalam insiden yang terjadi pada Rabu (12/5/2021). Untuk itu pihak penyidik akan ke Pati untuk meminta keterangan penjualnya.

“Penyidik kita sudah berangkat ke sana (Pati, red) untuk minta keterangan, nanti akan kita gambarkan secara utuh perkembangan selanjutnya,” kata Luthfi, saat memberikan keterangan di Mapolres Kebumen, Jumat (14/05/2021).

Ia menyebut ledakan berasal dari bahan-bahan mercon atau petasan yang terkena api rokok salah satu korban. Tim inafis dan labfor menemukan bungkus rokok serta korek api di dekat titik ledakan.

5. Komitmen berantas peredaran serbuk petasan

Terkait kasus tersebut, Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ahmad Luthfi mengatakan pihaknya bekomitmen untuk memberantas peredarasa serbuk petasan seperti potasium dan bahan peledak.

“Ini akan kita kembangkan terus untuk jadi pembelajaran bahwa barangsiapa yang menyimpan dan menguasai bahan mercon atau handak akan dikenai sanksi pidana UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951,” ucap Luthfi.

Namun untuk kasus ledakan di Kebumen, Luthfi mengatakan sulit untuk mendapatkan keterangan karena keempat pembuat petasan itu telah tewasa.

“Karena pelaku atau korbannya meninggal semua jadi kita tidak tahu itu mau dijual atau mau ke mana,” katanya.

sumber: kompas.com

0 Comment

Leave a Comment